“Dengan IKD, kita tidak hanya membawa identitas dalam dompet, tetapi juga dalam genggaman, kapan pun dan di mana pun,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 2,67 juta jiwa dan tingkat mobilitas tinggi, Bandung membutuhkan sistem administrasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Baca Juga:
Jalan Buahbatu Ditata, Kabel Udara Dibersihkan untuk Perbaiki Keselamatan dan Estetika
“Alhamdulillah, Kota Bandung ini prima, juara, tiga juara di Jawa Barat. Tentunya sistem digital ini juga mendukung upaya pemerintah memperkuat keamanan data pribadi dan mempercepat proses verifikasi identitas di berbagai sektor,” katanya.
Erwin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar transformasi digital kependudukan berjalan optimal.
“Kota Bandung sudah mengubah paradigma dari ekosektoral menjadi ekosentris. Kami di Pemkot mengedepankan kolaborasi dan gotong royong. Mari kita bangun ekosistem digital yang solid dan inklusif agar masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari inovasi layanan ini,” ucapnya.
Baca Juga:
Siskamling Siaga Bencana Jadi Wadah Dialog Penataan Lingkungan RW Delapan Ancol
Ia menilai, transformasi digital bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan budaya kerja dan pola pikir di lingkungan birokrasi serta masyarakat.
“Kita semua perlu komitmen yang sama untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi agar layanan publik di Kota Bandung semakin cepat, tepat, dan terpercaya,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Erwin menegaskan komitmen penuh Pemkot Bandung dalam mendukung implementasi transformasi digital melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga publik, sektor swasta, dan masyarakat luas.