"Diskominfo membuka peluang bagi lulusan terbaik dari akademi ini untuk ikut serta mengembangkan ide inovatif yang dapat disinergikan dengan berbagai aplikasi pelayanan publik milik Pemkot Tangsel guna memperkecil kesenjangan digital (digital divide)," katanya.
Ketua Gerakan Pejuang Shubuh (GPS) Tangerang Selatan, Muhammad Sartono, mengatakan GPS Digital Academy & Innovation Center dirancang sebagai wadah pembelajaran berbagai keterampilan digital, mulai dari pembuatan konten, coding, pengenalan artificial intelligence (AI), hingga pemanfaatan coworking space sebagai ruang kolaborasi.
Baca Juga:
KPK Sita Land Cruiser LC 300 yang Diduga Disembunyikan Bupati Kuansing
"Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan generasi masjid yang melek teknologi, produktif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Muhammad Sartono.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.