"Guru-guru berjasa, pejuang veteran guru diberikan penghargaan supaya guru-guru termotivasi. Terutama guru guru yang berada di daerah terpencil," ungkapnya.
PR selanjutnya ialah mengenai penanganan anak berkebutuhan khusus seperti autis yang memiliki hak sama dengan anak pada umumnya untuk mengenyam jenjang pendidikan.
Baca Juga:
Orang Tua dan Guru SLB 2 Banjarmasin Keluhkan Bau Sampah Menyengat
Menurutnya, tidak adanya sekolah yang menerima anak autis karena tidak ada guru yang tahu menangani anak autis.
"Autis jangan dimasukan ke SLB. Autis punya penanganan sendiri. Secepatnya data anak-anak autis SD dan SMP di Sumedang kemudian lakukan pelatihan bagi guru dalam menangani anak autis," katanya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.