WahanaNews.co | Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Barat, Hamdani, bertemu sejumlah pihak untuk membahas kelangsungan proyek jalan
tol Padang-Pekanbaru.
Dia mengaku sudah menginventarisasi
persoalan dan mengetahui penghalang pembangunan jalan tol tersebut selama ini.
Baca Juga:
Tolak Dikirimi Parsel, Dedi Mulyadi Malah Minta Masyarakat Lakukan Hal Ini
Salah satu yang sudah ditemui Hamdani adalah Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Hermanto.
Dalam pertemuan itu, Toni menyampaikan
bahwa aparat penegak hukum sudah melakukan langkah agar proyek tol
Padang-Pekanbaru berjalan sukses.
"Kepada saya, Kapolda bahkan
menjelaskan bahwa pihak aparat sudah mengambil langkah persuasif dan tegas
dengan menindak pihak-pihak yang terindikasi menjadi
penghalang pembangunan," ujarnya, Senin (22/2/2021).
Baca Juga:
Gubernur Pramono Tunjuk 15 Orang Staf Khusus
Dia juga sudah membahas masalah tol
itu dengan Pelaksana Harian (Plh) Bupati Padang Pariaman, Jonpriadi.
Menurut Jonpriadi, masyarakat Padang
Pariaman sangat antusias dengan pelaksanaan jalan tol tersebut, meski sebelumnya ada keluhan.
Hamdani menyebut, persoalan utama yang
menjadi kendala terberat pembangunan jalan tol itu adalah besaran ganti rugi
tanah.
Selain itu, persoalan
dokumen tanah juga jadi masalah tambahan.
Meski begitu, persoalan dokumen tanah
tersebut kini sudah diselesaikan satu per satu.
Pembayaran ganti rugi tanah yang
bermasalah itu diupayakan dapat diselesaikan sebelum Lebaran 2021.
"Dengan adanya pertemuan saat ini,
maka semakin jelas arah pelaksanaan jalan tol ini. Sekali lagi saya juga
berharap, pihak HK juga sudah dapat merespon dengan baik dan cepat atas apa
yang kita bicarakan saat ini," ujar Hamdani. [qnt]