Sementara itu, output ketiga diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat sejak usia dini. Dua kali seminar digelar dengan melibatkan 338 siswa sekolah dasar kelas 4 beserta orang tua mereka.
Berdasarkan hasil survei, 89 persen peserta menyatakan pemahamannya meningkat setelah mengikuti seminar.
Baca Juga:
Siskamling Siaga Bencana Jadi Wadah Dialog Penataan Lingkungan RW Delapan Ancol
Tiga bulan kemudian, sekitar 80 persen peserta mulai menerapkan perubahan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Terkait keberlanjutan program, Misu menekankan pentingnya penerapan mekanisme berantai dalam penyebaran pengetahuan.
Para pihak yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan mampu menularkan ilmu kepada staf lain, yang selanjutnya dapat memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
Baca Juga:
Damkarmatan Kota Bandung Siaga Bersihkan Jalan Pascamalam Tahun Baru 2026
Ke depan, terdapat tiga fokus utama yang diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten, yakni pelatihan berkelanjutan bagi staf, penguatan kapasitas di tingkat distrik, serta penyediaan materi edukasi sebagai bahan pembelajaran di sekolah dasar.
“Kami berharap mekanisme ini bisa mengakar di masyarakat Kota Bandung dan pada akhirnya menyebar ke wilayah yang lebih luas di Indonesia,” tutur Misu.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.