WAHANANEWS.CO, Karo - Jumlah pelajar yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus bertambah.
Melansir Kompas.com, hingga Kamis (13/8/2026) sore, total siswa yang terdampak mencapai 269 orang. Selain jumlah korban yang terus meningkat, kondisi sebagian siswa juga dilaporkan mengalami gejala cukup berat.
Baca Juga:
Bulog Kuala Tungkal Gelontorkan 1.856 Ton Beras untuk Bantuan Pangan Tiga Bulan
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Zulkarnain Barus, menyampaikan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah.
"Total keseluruhan 268 orang, dan data ini kemungkinan terus bertambah ya," jelasnya.
Bagaimana sebaran jumlah siswa yang terdampak?
Baca Juga:
Proses Lelang Aset SPPG MBG Diprotes: PT Utami Catering Service Minta Penjelasan BRI dan KPKNL Jakarta II
Zulkarnain merinci, mayoritas korban berasal dari tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan yang berada di wilayah Berastagi.
Data sementara menunjukkan jumlah siswa yang terdampak cukup signifikan di beberapa sekolah.
Rincian sementara jumlah siswa yang diduga keracunan antara lain:
204 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi, 25 siswa dari SMA Swasta Bersama dan 40 siswa dari SMK Swasta Bersama.
Selain itu, kasus serupa juga dilaporkan terjadi pada siswa tingkat SMP. Namun hingga kini, jumlah pastinya masih dalam proses pendataan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Karo.
Apa dugaan penyebab keracunan?
Dugaan awal mengarah pada makanan yang dikonsumsi para siswa melalui program MBG. Menu yang disajikan pada hari kejadian diduga menjadi pemicu munculnya gejala keracunan.
"Itulah dugaannya karena makanan ikan dencis gulai. Jadi efeknya itu siswa gatal-gatal dan paling parah itu, sesak nafas. Tapi semua sedang ditangani rumah sakit di Karo," ucapnya.
Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait, termasuk uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Apa saja gejala yang dialami siswa?
Para siswa yang terdampak menunjukkan berbagai gejala dengan tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian besar mengalami keluhan ringan, namun ada juga yang menunjukkan kondisi lebih serius.
"Yang paling parah sesak nafas selebihnya gatal di mulut,tangan begitu saja. Tapi semua ditangani di Rumah Sakit Karo," ucapnya.
Zulkarnain mengungkapkan bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan MBG tersebut merupakan milik Kodim. "SPPG nya milik Kodim," jelasnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]