WAHANANEWS.CO - Kasus dugaan penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) oleh oknum anggota TNI di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, berujung damai setelah kedua pihak sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan melalui mediasi yang difasilitasi kepolisian, Sabtu (14/2/2026).
"Alhamdulillah semalam sudah ketemu sama pelaku, sudah 'clear' (jelas), damai di tempat," kata Hasan, Sabtu (14/2/2026).
Baca Juga:
Kemenhub Beri Kode Tarif Ojol Naik Tapi Asosiasi Menolak, Ini Alasannya
Dalam mediasi yang digelar pada Senin (9/2/2026) malam, Hasan resmi mencabut laporan polisi dan memilih memaafkan pelaku, sementara pelaku mengakui telah memukul korban menggunakan benda tumpul.
"Pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Sudah memberikan ganti-rugi dan biaya pengobatan juga," kata Hasan.
Hasan menjelaskan, insiden tersebut dipicu emosi pelaku yang saat itu baru pulang kerja dalam kondisi lelah dan istrinya sedang sakit, sehingga situasi memanas ketika tukang pijat yang dipesan tak kunjung tiba akibat kesalahan titik lokasi di aplikasi, Rabu (4/2/2026) pukul 20.15 WIB.
Baca Juga:
Status Ideal Pengemudi Ojek Online: Mitra Independen atau Karyawan Terikat Penuh?
"Katanya sih memang karena atas dasar emosi saja, karena capek pulang kerja dan istrinya sedang sakit," ungkap dia.
Ia menerangkan bahwa penumpang wanita berinisial N yang diantarnya ternyata merupakan tukang pijat langganan istri pelaku yang tengah membutuhkan perawatan.
"Jadi beliau Ibu Nur ini yang saya antar adalah tukang pijit langganan dari istrinya. Istrinya sedang sakit," kata dia.
Kesalahan titik alamat membuat Hasan dan penumpang sempat berputar-putar mencari lokasi tujuan, yang kemudian memicu kemarahan suami pemesan karena mengira tukang pijat tidak kunjung datang.
"Bapaknya pulang kerja capek juga, makanya bapaknya emosi karena istrinya sedang sakit tapi tukang pijitnya enggak datang-datang karena salah alamat," kata Hasan.
Hasan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu menyuarakan kasus tersebut hingga cepat terselesaikan setelah viral di media sosial.
"Yang jelas pertama saya mengucapkan terima kasih berkat semua yang bantu menyuarakan, berkat media juga akhirnya bisa selesai masalahnya," ujar Hasan.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta agar tidak ada lagi kekerasan di jalanan, terlebih jika melibatkan aparat.
"Ya pesan saya semoga enggak ada lagi kekerasan kepada warga, apalagi dilakukan oleh pihak aparat. Negara harus lebih mengayomi, menjaga sesama warga negara juga," katanya.
Peristiwa penganiayaan itu bermula saat Hasan menerima pesanan untuk mengantar penumpang berinisial N ke Jalan Haji Lebar, kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, namun setibanya di lokasi penumpang mengaku tidak mengetahui alamat persis sehingga mencoba menghubungi pemesan yang justru memarahi melalui sambungan telepon.
Hasan tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di rumah pemesan, tetapi cekcok tak terhindarkan dan berujung pada dugaan pemukulan yang menyebabkan korban mengalami luka-luka sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]