“Saya WhatsApp kepala daerahnya, lama sekali responsnya,” kata Melki.
Karena respons yang dinilai lambat, Melki akhirnya mengutus tim dari pemerintah provinsi untuk turun langsung ke lokasi kejadian.
Baca Juga:
Jebolan Indonesian Idol 2025 Jadi Tersangka Kasus Rudapaksa Siswi SMA
“Akhirnya saya minta orang saya turun sendiri untuk cek,” ucapnya.
Melki menegaskan, kelambanan tersebut tidak bisa ditoleransi karena menyangkut nyawa seorang anak.
“Jangan-jangan karena sudah biasa ada yang mati di sana, ini dianggap biasa, padahal ini alarm besar bagi kita semua,” tegasnya.
Baca Juga:
Rangkaian Bencana Landa NTT, Sumut, dan Jabar, BNPB Imbau Siaga Hidrometeorologi
Ia menyebut tragedi ini sebagai kegagalan kolektif yang melibatkan banyak pihak, dari pemerintah hingga pranata sosial di tingkat akar rumput.
“Pranata sosial kita gagal, pranata agama gagal, pranata budaya gagal,” kata Melki.
Ia juga tak segan menyebut kegagalan tersebut menjalar hingga ke struktur pemerintahan.