“Pemerintah provinsi gagal, kabupaten juga gagal, ini orang mati karena miskin, bukan karena bencana,” ujarnya.
Melki meminta seluruh perangkat sosial, mulai dari RT dan RW, kembali diaktifkan dan berfungsi nyata untuk mendeteksi warga rentan.
Baca Juga:
Siswa SD Tewas Gantung Diri, Gubernur NTT Akui Kegagalan Pemerintah
“Kalau ada yang miskin dan susah, urus,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak bisa dijadikan alasan pembiaran.
“Uang memang terbatas, tapi ada,” katanya.
Baca Juga:
Tangis Ibu di Ngada NTT: Pagi Terakhir Anak yang Enggan ke Sekolah
Melki menutup pernyataannya dengan seruan moral yang keras kepada semua pihak.
“Kita semua mesti malu dengan kejadian ini, ini harus jadi pertobatan bersama dan harus menjadi yang terakhir,” pungkasnya.
Diketahui, YBR, anak berusia 10 tahun yang masih duduk di kelas IV sekolah dasar, ditemukan meninggal dunia dan diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Kamis (29/1/2026).