WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tragedi longsor gunung sampah setinggi 50 meter di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, menelan korban jiwa lebih banyak setelah seluruh korban yang tertimbun akhirnya ditemukan oleh tim pencari.
Jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut dipastikan mencapai tujuh orang setelah proses pencarian oleh tim SAR gabungan selesai dilakukan.
Baca Juga:
Danantara Didesak Hentikan Tender PLTSa, Potensi Bebani Negara Rp300 Triliun
Longsor mematikan itu terjadi di Zona IV TPST Bantar Gebang ketika tumpukan sampah raksasa runtuh dan menimbun sejumlah orang di lokasi kejadian, Minggu (8/3/2026) pukul 14.30 WIB.
Berdasarkan laporan dari lokasi kejadian, saat peristiwa berlangsung terdapat 13 orang di area tersebut.
Sebanyak enam orang berhasil selamat dari longsoran, sementara tujuh lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga:
Prabowo Minta Gunung Sampah Bantar Gerbang Cs Dibereskan
Jenazah terakhir korban ditemukan setelah tim SAR Batalyon D Pelopor Brimob Polda Metro Jaya bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif hingga larut malam.
Penemuan jenazah terakhir tersebut terjadi di area longsoran dan langsung dievakuasi menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut, Senin (9/3/2026) pukul 23.26 WIB.
Peristiwa tragis ini kemudian menjadi sorotan pemerintah pusat yang menilai pengelolaan sampah di lokasi tersebut perlu segera dibenahi.
"TPST Bantar Gebang harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk segera berbenah, demi keselamatan jiwa manusia dan kelestarian lingkungan," kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam keterangannya yang dikutip Selasa (10/3/2026).
Ia menegaskan tragedi tersebut merupakan peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghentikan praktik pengelolaan sampah dengan metode open dumping yang dinilai berbahaya.
Menurut pihak kepolisian, longsor terjadi secara mendadak ketika aktivitas berlangsung di sekitar gunungan sampah.
"Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo dikutip Selasa (10/3/2026).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut hujan ekstrem menjadi pemicu utama longsor gunungan sampah tersebut.
"Peristiwa longsor tersebut di zona 4A pada pukul 14.30 diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu yang menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan air meresap ke dalam timbunan sampah sehingga membuat permukaannya licin dan memicu longsoran besar.
"Kemarin karena curah hujannya itu tinggi sekali. Kemarin itu 264 milimeter per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta. Karena hujan yang lama masuk ke dalam sampah, menyebabkan sliding atau licin kemudian longsor ke bawah," tambahnya.
Sebagai langkah darurat, pemerintah memutuskan menutup sementara zona 4A di TPST Bantar Gebang untuk mencegah risiko longsor susulan.
"Yang ditutup hanya di zona 4A. Tetapi di zona 3 tetap digunakan untuk menampung, dan dua lagi yang sudah dipersiapkan di lapangan," kata Pramono.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]