Sejurus kemudian, hujan deras datang, sehingga mereka meminta keemat keponakannya untuk keluar dari sungai. Nahas, sebelum pasutri itu sempat keluar sungai, arus besar menerjang dari selatan ke utara.
Pasutri yang sehari-hari tinggal di Jalan Panderman Raya nomor 9, Perumahan/Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto itu pun hanyut terbawa arus.
Baca Juga:
Sadis, Polisi Ungkap Motif Pasutri di Bekasi Aniaya Anak 3 Tahun hingga Tewas karena Kesal Muntah
3. Ririn dan Ari Berpegangan Tangan Sebelum Hanyut
Ririn dan Ari masih saling berpegangan saat arus deras menerjang Sungai Banyak. Namun, karena pegangan pada batu terlepas, kedua korban pun ikut terseret arus.
"Saat itu, korban masih di sungai. Mbak yu saya (Ririn) pegangan tangan suaminya. Suaminya pegangan batu. Kemudian pegangan suaminya ke batu terlepas. Terakhir mbak yu pegangan batu sambil masih memegang tangan suaminya. Karena tidak kuat, akhirnya keduanya hanyut ke utara," jelasnya di lokasi, Sabtu (10/2/2024).
Baca Juga:
Pesta Seks Tukar Pasangan di Jakarta dan Bali Dibongkar Polisi, Videonya Dijual
4. Ririn Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Mojokerto
Sekitar pukul 14.30 WIB, mayat perempuan ditemukan dalam kondisi telanjang dengan luka di kepala. Mayat itu ditemukan mengapung di sungai Desa Kutoporong, Bangsal, Mojokerto.
Berdasarkan hasil identifikasi, mayat tersebut dipastikan korban Ririn yang hanyut di Sungai Banyak.