Unggahan itu memunculkan kekhawatiran mengenai potensi penyimpangan dalam rantai pengadaan bahan makanan Program MBG.
Sorotan publik semakin kuat karena dugaan tersebut berkaitan langsung dengan dokumen pembelian yang bisa menjadi dasar laporan pertanggungjawaban.
Baca Juga:
LRT Jabodebek Tambah Frekuensi Perjalanan Pagi, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bagian dari Visi Aglomerasi Modern
Koordinator Wilayah SPPG Kota Serang, Nuni, mengaku telah mengetahui informasi dugaan mark up harga roti yang viral di media sosial.
Nuni mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas MBG di Kota Serang untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.
"Saya sudah mengetahui aduan ini dan sudah saya sampaikan juga kepada Satgas MBG di Kota Serang," ujar Nuni saat dihubungi TribunBanten.com, Sabtu (6/6/2026).
Baca Juga:
Tanda Psikopat pada Anak Bisa Muncul Sejak Balita, Ini Ciri yang Perlu Diwaspadai
Ia menyebut penelusuran masih dilakukan untuk mencari titik awal dugaan permintaan nota dengan nilai lebih tinggi dari harga sebenarnya.
"Saat ini kami sedang mencari tahu SPPG mana yang melakukan hal seperti itu," ujar Nuni.
Menurut Nuni, pihak koordinator belum memperoleh informasi pasti mengenai lokasi maupun identitas SPPG yang disebut dalam unggahan viral tersebut.