Menurut Yesua, warga di wilayahnya sudah terbiasa menyeberang banjir, karena tidak ada jembatan penyeberangan.
"Warga tidak ada pilihan selain menyeberang. Kalau mau tunggu banjir surut, bisa berhari-hari lamanya," kata dia.
Baca Juga:
Polsek Bandar Huluan Temu Rama Degan Perasatuan Wartawan Simalungun (PWS)
Dia menyebut, dalam tiga hari terakhir ini Sungai Taen masih meluap, lantaran intensitas hujan masih tinggi di wilayah itu.
"Hingga kini air belum surut. Lalu lintas warga pun terhambat akibat banjir," ungkap dia.
Dia pun mengaku iba dengan anak sekolah dan mahasiswa yang ingin kembali ke Kota Kupang.
Baca Juga:
Tidak Kutip Biaya SK Perangkat, Pangulu Perdagangan II Layak Dicontoh
"Mau bagaimana lagi. Kondisinya seperti ini. Kasihan anak sekolah dan mahasiswa yang mau kembali ke Kupang kesulitan akibat banjir yang masih berlangsung," kata dia. [eta]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.