WahanaNews.co | Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko menduga salah satu anggota keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat ada yang mencoba menutup-nutupi kematian korban lainnya dengan menaburi kapur barus.
Yani menyebutkan keempat korban tersebut tidak meninggal dunia pada saat yang bersamaan.
Baca Juga:
Pura-pura Jadi Orang Pintar, Pelaku Gondol Emas Korban Saat Ritual Buka Aura
"Bapaknya meninggal disikapi dengan hanya ditaburi kapur barus. Kemudian berikutnya yang meninggal adalah ibunya, itu juga disikapi seperti itu," kata Yani saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (12/11).
"Korban kan enggak serta merta langsung empat-empatnya meninggal, ada proses," sambungnya.
Meskipun begitu, ia menyampaikan motif dibalik perilaku ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Baca Juga:
Pemprov DKI Siapkan 65 Hektare Lahan di Kalideres Jadi TPU Baru
"Nah, ini kan ada sesuatu gitu. Motif, sebab-sebab kematiannya tentu ini mash dalam penyelidikan pihak Polri," tutur dia.
Di tempat yang sama, Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan kapur barus berfungsi untuk menyerap bau.
"Kapur barus kan ada ditemukan di TKP, dokter forensik mengatakan bahwa kapur barus bisa menyerap bau," kata Syafri.