“Hasil pemeriksaan menunjukkan sebelum kejadian, pengemudi melakukan panggilan video melalui telepon genggam,” jelas Galih.
Dalam pemeriksaan, diketahui ponsel tersangka sempat terjatuh ke lantai mobil sehingga menyebabkan kehilangan konsentrasi.
Baca Juga:
Tabrakan Maut Depan SD, Kepala Dinas Pandeglang Resmi Jadi Tersangka
Akibat kondisi tersebut, mobil oleng, melaju zig-zag, dan tidak terkendali hingga menghantam korban.
Akibat benturan keras, korban mengalami luka berat di bagian kepala, kedua tangan, dan kedua kaki.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga:
Bus ALS Tabrak Tangki BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar dan Penumpang Tak Sempat Keluar
Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Jenazah Masrial kemudian dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Solok, Sumatera Barat.
Ironisnya, setelah menabrak korban, tersangka tidak berhenti untuk memberikan pertolongan dan justru melarikan diri dari lokasi kejadian.