Data, AI, dan Empati
Dalam sesi penutup, Zarman Syah memaparkan materi bertajuk "Jurnalisme Data dan Transformasi Komunikasi Publik di Era Digital." Ia menekankan bahwa kekuatan komunikasi publik di era digital tidak lagi sekadar kecepatan, melainkan keakuratan dan empati.
Baca Juga:
Pengurus PWI DIY 2025–2030 Dilantik di Hadapan Sri Sultan HB X, Tegaskan Etika Pers di Era Viralitas
"AI dan jurnalisme data membantu memilah fakta dari hoaks. Tapi tanpa empati, komunikasi hanya jadi angka, bukan kepercayaan," ujar Zarman.
Menurutnya, prinsip jurnalisme data seharusnya juga diterapkan oleh aparatur pemerintah dalam mengelola krisis. "Setiap pernyataan publik harus diuji dengan data, disampaikan dengan empati, dan dijaga dengan integritas," tambahnya.
Literasi Media untuk Petugas Pemasyarakatan
Baca Juga:
PWI Pusat Akan Selenggarakan Natal Bersama Wartawan Kristiani se-Jabodetabek
Sementara itu, Achmad Rizal dari Humas PWI Pusat menyoroti pentingnya literasi media di lingkungan pemasyarakatan. Ia menilai, petugas Lapas kerap menjadi garda depan dalam menghadapi pemberitaan dan opini publik.
"Literasi media bukan pelengkap, tapi kebutuhan. Petugas harus tahu cara menghadapi opini dengan bijak dan proporsional," tegasnya.
Sinergi Multiunsur