WAHANANEWS.CO, Jakarta - Konten lagu yang dinilai bermuatan pelecehan verbal terhadap perempuan memicu respons cepat Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan memperketat pengawasan etika mahasiswa dan literasi media sosial.
Langkah ini diambil menyusul beredarnya konten Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT-ITB) yang menampilkan lagu berjudul "Erika" dan menimbulkan keresahan publik.
Baca Juga:
Mahasiswa Baru ITB Wajib Ikut Mata Kuliah AI: Mulai 2026
Konten tersebut menjadi sorotan karena dianggap mengandung unsur kekerasan seksual verbal yang merendahkan martabat perempuan.
Kebijakan pengetatan ini merupakan bagian dari komitmen ITB dalam menciptakan lingkungan akademik yang bermartabat serta mencegah segala bentuk tindakan yang merendahkan manusia, baik di ruang digital maupun di lingkungan kampus.
Ditegaskan Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N. Nurlaela Arief, bahwa peristiwa ini menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperkuat nilai etika.
Baca Juga:
Jakarta Belum Aman dari Ancaman Gempa, Pakar Ungkap Alasannya
"ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal," kata Nurlaela di Bandung, Rabu (15/4/2026).
Pihak kampus juga menyampaikan bahwa HMT-ITB telah mengakui kesalahan dan secara terbuka meminta maaf atas konten yang beredar.
Seluruh video dan audio terkait kini telah diupayakan untuk diturunkan dari berbagai kanal resmi maupun akun yang terafiliasi.