Video tersebut menuai kritik karena lirik lagu "Erika" dinilai tidak selaras dengan norma kesusilaan dan sensitivitas sosial saat ini.
Disampaikan dalam pernyataan resminya, HMT-ITB menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi.
Baca Juga:
ITB Apresiasi Kiprah Suroso Isnandar dalam Pengembangan Riset dan Inovasi Energi
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," demikian pernyataan HMT-ITB.
HMT-ITB juga menjelaskan bahwa Orkes Semi Dangdut merupakan unit kegiatan mahasiswa yang telah ada sejak tahun 1970-an, sementara lagu "Erika" berasal dari era 1980-an.
Diakui mereka, penampilan lagu tersebut merupakan bentuk kelalaian dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan norma sosial saat ini.
Baca Juga:
Dedikasi Tiga Dekade Berbuah Penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama
"Kami menyadari bahwa ini merupakan suatu kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini," lanjut pernyataan tersebut.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.