Ia menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan rumah sakit tetap terkendali dan stabil sejak gempa terjadi.
Keandalan listrik tersebut sangat penting bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif dan tindakan operasi darurat.
Baca Juga:
PLN Kembangkan PLTA hingga Pumped Storage, ALPERKLINAS: Indonesia Punya Modal Besar Jadi Kekuatan Energi Hijau
“Kami sangat terbantu,” kata Heronimus setelah menjelaskan kebutuhan listrik untuk pasien gawat janin maupun penanganan korban patah tulang akibat gempa.
Menurut Tohom, pengalaman RSUD Bajawa memperlihatkan bahwa keandalan listrik pada situasi bencana mempunyai hubungan langsung dengan keselamatan manusia.
Dalam kondisi darurat, listrik dibutuhkan untuk mendukung peralatan medis, ruang perawatan, komunikasi, penerangan, serta berbagai kegiatan penyelamatan.
Baca Juga:
Prabowo Perintahkan PLN Tinggalkan PLTD, ALPERKLINAS: Momentum Besar Menuju Kedaulatan Energi
“Pada kondisi normal listrik adalah kebutuhan utama masyarakat, tetapi pada kondisi bencana listrik dapat menjadi bagian dari infrastruktur penyelamatan nyawa,” ujar Tohom.
Karena itu, ia mengapresiasi keputusan PLN yang mendahulukan pemulihan fasilitas vital sebelum bergerak menuju normalisasi menyeluruh.
Apresiasi terhadap petugas PLN juga datang dari sektor perhotelan dan akomodasi di kawasan Flores.