Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa kerja petugas kelistrikan dalam situasi bencana merupakan bagian penting dari sistem tanggap darurat nasional.
Ia mengingatkan kondisi lapangan pascagempa memiliki risiko tinggi karena terdapat jaringan rusak, longsoran, patahan tiang, hingga kemungkinan gempa susulan.
Baca Juga:
PLN Kembangkan PLTA hingga Pumped Storage, ALPERKLINAS: Indonesia Punya Modal Besar Jadi Kekuatan Energi Hijau
“Petugas PLN memang dituntut bergerak cepat, tetapi keselamatan mereka juga harus dijaga karena merekalah yang menjadi ujung tombak pemulihan listrik masyarakat,” kata Tohom.
Menurutnya, kecepatan dan keselamatan harus berjalan bersama dalam setiap tahapan pemulihan jaringan.
ALPERKLINAS berharap pengalaman penanganan gempa NTT semakin memperkuat sistem mitigasi dan ketahanan infrastruktur kelistrikan nasional.
Baca Juga:
Prabowo Perintahkan PLN Tinggalkan PLTD, ALPERKLINAS: Momentum Besar Menuju Kedaulatan Energi
Pemetaan jaringan rawan bencana juga perlu terus diperkuat sebagai bagian dari kesiapan menghadapi kejadian serupa.
“Indonesia berada di kawasan rawan bencana, sehingga sistem kelistrikan masa depan harus dirancang semakin tangguh, adaptif, dan mampu dipulihkan dengan cepat ketika terjadi kondisi darurat,” ujar Tohom.
Menurutnya, investasi pada ketahanan jaringan sama pentingnya dengan pembangunan pembangkit maupun penambahan kapasitas listrik.