WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) terus menunjukkan ketangguhan dalam memulihkan pasokan listrik di wilayah Aceh Tengah, khususnya Kota Takengon, pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang merusak infrastruktur ketenagalistrikan.
Di tengah keterbatasan akses jalan darat dan cuaca yang belum sepenuhnya kondusif, PLN tetap bergerak bertahap memastikan listrik kembali hadir bagi masyarakat terdampak.
Baca Juga:
Tantangan Berat Tak Hentikan PLN, Pemulihan Listrik AcehTerus Dipacu
Hingga saat ini, PLN berhasil menormalkan sebanyak 323 gardu distribusi dan kembali menyalurkan listrik ke 184 desa di Kabupaten Aceh Tengah.
Proses pemulihan dilakukan dengan memperhitungkan kondisi medan yang berat serta mengedepankan aspek keselamatan kerja petugas di lapangan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kehadiran listrik menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat dalam fase pemulihan pascabencana.
Baca Juga:
Jalur Langsa–Brandan Terputus, PLN Kerahkan 1.476 Personel dan Modifikasi Crane Jadi Tower Darurat
Karena itu, PLN terus berupaya mempercepat perbaikan meski menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
“Kami memahami tingginya urgensi listrik bagi masyarakat Takengon dalam masa pemulihan pascabencana. Bersama Pemda, TNI, Polri, dan masyarakat, kami terus berkoordinasi di lapangan untuk membuka akses jalan agar mobilisasi material dapat dilakukan,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya.
Sebagai langkah darurat untuk menjaga layanan vital tetap berjalan, PLN sebelumnya bekerja sama dengan TNI mengirimkan genset ke RSUD Takengon melalui jalur udara. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu meski jaringan listrik utama masih dalam proses pemulihan.