WAHANANEWS.CO, Jakarta - Skandal besar tengah mengguncang industri pangan Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap praktik kecurangan massal oleh ratusan produsen beras yang merugikan masyarakat luas.
Baca Juga:
Pasokan Beras Medium di Pasar Tradisional Lebak Stabil Usai Kasus Oplosan
Dari pengurangan berat hingga pemalsuan label, aksi curang ini tidak hanya merugikan petani, tetapi juga mengancam kepercayaan publik terhadap pasar beras nasional.
Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan telah mengidentifikasi 212 produsen beras nakal yang terlibat dalam berbagai modus penipuan.
Temuan tersebut telah diserahkan kepada Kapolri, Satgas Pangan, dan Jaksa Agung untuk diproses hukum lebih lanjut.
Baca Juga:
Melihat Nasib Konsumen di HUT RI ke-80: Belum Merdeka
"Praktik semacam itu sama dengan menipu rakyat. Layaknya menjual emas 24 karat padahal hanya 18 karat, sehingga sangat merugikan masyarakat," tegas Amran dalam pernyataan di Makassar, Sabtu (12/7/2025).
Ada tiga modus utama yang ditemukan dalam investigasi gabungan tersebut:
1. Mengurangi Berat Kemasan: