Berdasarkan pendapatan, Hutama Karya berada di peringkat ke-206 dalam daftar Fortune Southeast Asia 500.
Berdasarkan laba, Hutama Karya menempati peringkat ke-167.
Baca Juga:
Kesepakatan Damai Berantakan, Iran Tutup Selat Hormuz Usai Israel Gempur Lebanon
Sementara berdasarkan total aset, Hutama Karya berada di posisi ke-114.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa Hutama Karya memiliki basis aset dan struktur keuangan yang relatif kuat untuk menopang proyek-proyek infrastruktur berskala besar.
Sepanjang tahun fiskal 2025, Hutama Karya mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp 25,13 triliun atau setara US$ 1.527,3 juta yang menjadi basis utama pemeringkatan Fortune.
Baca Juga:
Jokowi: Masuk PSI Harus Lewat Mekanisme Partai, Saya Jadi Motivator
Pada periode yang sama, laba bersih Hutama Karya justru tumbuh 15,9 persen menjadi Rp 3,08 triliun atau setara US$ 200 juta.
Total aset perusahaan juga tercatat mencapai Rp 189,09 triliun atau setara US$ 11.343,6 juta.
Pertumbuhan laba tersebut terjadi seiring penajaman fokus usaha, peningkatan kualitas pendapatan, dan efisiensi operasional yang semakin terukur.