Margin laba bersih Hutama Karya juga menguat ke kisaran 12 persen.
Kondisi tersebut menandai struktur permodalan perusahaan yang semakin sehat dan kapasitas pembiayaan yang lebih besar untuk mendukung proyek strategis jangka panjang.
Baca Juga:
Kesepakatan Damai Berantakan, Iran Tutup Selat Hormuz Usai Israel Gempur Lebanon
“Yang membanggakan bagi kami bukan masuk daftar, melainkan kualitas pencapaiannya,” ujar Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).
Eka menjelaskan bahwa pencapaian Hutama Karya tidak hanya dilihat dari kehadiran perusahaan dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, tetapi juga dari kualitas kinerja yang ditopang neraca kuat.
“Di tengah normalisasi pendapatan, laba kami justru tumbuh dan peringkat kami berdasarkan laba maupun aset berada lebih tinggi, bukti bahwa pertumbuhan Hutama Karya berkualitas dan ditopang neraca yang kuat,” ujar Eka.
Baca Juga:
Jokowi: Masuk PSI Harus Lewat Mekanisme Partai, Saya Jadi Motivator
Menurut Eka, capaian tersebut lahir dari disiplin pengelolaan keuangan, manajemen risiko yang terukur, serta optimalisasi portofolio investasi yang dijalankan secara konsisten.
Perluasan portofolio melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU turut memperkokoh peran Hutama Karya sebagai penggerak konektivitas nasional.
Salah satu portofolio penting yang ikut memperkuat posisi Hutama Karya adalah Jalan Trans Papua.