“Semenjak ada masuk genset ini, alhamdulillah segala urusan (ibadah) bisa kita selesaikan. Lainnya adalah terkait penyebaran informasi, semuanya sudah terlaksana. Dan sekali lagi kami sebagai masyarakat sangat, sangat banyak berterima kasih,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pante Peusangan, Samsudin, menuturkan bahwa genset menjadi sumber listrik utama warga sambil menunggu jaringan PLN kembali normal.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Pemerataan Listrik, 225 Ribu Rumah Tangga Jadi Sasaran BPBL 2026
“Dengan adanya genset ini, masyarakat tetap mendapat penerangan sementara, sebelum jaringan instalasi listrik PLN dapat diselesaikan. Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, PLN, dan semua pihak yang telah membantu,” katanya.
Kondisi serupa juga dirasakan warga Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kepala Desa Riseh Tunong, Abdurrahman, mengatakan bantuan genset sangat membantu masyarakat di wilayahnya yang hingga kini masih belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto (ketiga dari kiri) didampingi Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri (kedua dari kanan) terjun langsung mengawal genset bantuan di salah satu warga terdampak banjir guna memastikan pasokan listrik darurat berjalan aman dan optimal.
Baca Juga:
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit dan Perkuat Pasokan Batu Bara Demi Jaga Keandalan Listrik Jawa
“Genset ini kami manfaatkan untuk penerangan fasilitas umum, masjid, pesantren, hingga lokasi pengungsian. Alhamdulillah, sekarang penerangan bisa menyala dan masyarakat merasa lebih aman,” jelasnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa secara sistem kelistrikan, Aceh telah kembali terhubung.
Namun, kendala masih terjadi pada jaringan distribusi, terutama di wilayah dengan akses terbatas serta infrastruktur yang rusak atau masih tergenang air.