Caranya dengan menggunakan QRIS atau QR yang sudah lintas batas negara yang sudah disediakan di toko-toko di negara tersebut.
Doddy mencontohkan, jika dulu wisatawan Indonesia belanja di Malaysia, maka tagihan yang masuk akan menggunakan mata uang lokal Malaysia, dikonversikan ke dolar AS, baru konversi ke Rupiah.
Baca Juga:
Gempa Myanmar: 15 Korban Diduga Masih Hidup di Bawah Reruntuhan Gedung
Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan, turis Indonesia tidak repot menukarkan uang atau mengambil uang di ATM bank-bank Thailand.
"Nah dengan adanya QRIS antar negara itu, kalau belanja apa-apa di sini pakai handphone tinggal ditempelin, mau ke mana, ke Thailand, udah engga usah tukar uang, tinggal ditempelin," kata dia.
Menurut dia, nantinya biaya transaksi dengan menggunakan QRIS jauh lebih murah dibandingkan dengan turis harus menukarkan uangnya di money changer atau mengambil uang di ATM.
Baca Juga:
Kesehatan Paus Fransiskus Membaik, Panjatkan Doa Untuk Myanmar, Thailand, dan Korsel
"Pakai QRIS ini pasti biayanya lebih murah dibandingkan ambil uang di luar negeri, kalau QRIS ini engga usah mikir kalau mau berangkat ya berangkat aja asal diisi saldonya," jelas dia.
Filianingsih menambahkan, saat ini rencana penggunaan QRIS untuk berbelanja di Thailand masih dalam tahap pilot project.
Ia mengungkapkan, telah ada 11 Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan tiga bank, yaitu BRI, BNI, dan Bank BCA, yang ikut dalam proyek ini.