Saat kuota dinyatakan tidak berlaku, sisa paket data milik konsumen disebut masih mencapai sekitar 24 GB.
“Sisa kuota pada saat itu masih sekitar 24 GB namun tidak dapat digunakan kembali,” ujar Rio.
Baca Juga:
FOMO dan Overthinking Gegara Medsos? Waspada, Bisa Jadi Otak Sedang Kelelahan
Konsumen merasa dirugikan karena tidak ada penjelasan maupun notifikasi yang memadai terkait penghangusan kuota tersebut.
Kasus lain juga terjadi pada konsumen yang membeli dua paket internet dengan masa aktif berbeda pada Januari 2026.
Konsumen pertama kali membeli paket 60 GB dengan masa berlaku hingga 31 Januari 2026.
Baca Juga:
Bikin Merinding, 9 Benda di Rumah Ini Dipercaya Bisa Datangkan Sial dan Energi Negatif
Kemudian pada 9 Januari 2026, konsumen kembali membeli paket 58 GB dengan masa aktif hingga 8 Februari 2026.
Namun operator disebut justru memprioritaskan penggunaan paket kedua yang memiliki masa aktif lebih panjang dibanding menghabiskan paket pertama lebih dahulu.
Akibatnya, ketika masa berlaku paket pertama habis, sisa kuota sekitar 52 GB ikut hangus dan tidak dapat digunakan lagi.