Dampak dari blackout berskala luas jauh melampaui padamnya lampu di rumah tangga. Listrik adalah urat nadi peradaban modern. Ketika pasokan terhenti dalam durasi yang lama, efek domino langsung menghantam sektor-sektor kritis: industri manufaktur macet, transaksi keuangan dan perbankan digital lumpuh, transportasi massal terhambat, hingga layanan kesehatan di rumah sakit terancam.
Lebih jauh, Tohom yang memiliki pengalaman luas di sektor ini memaparkan bahwa pemadaman massal di berbagai belahan dunia bahkan terbukti memicu eskalasi kerentanan keamanan nasional. Matinya sistem pengawasan elektronik di fasilitas publik kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk tindakan ilegal dan kriminal.
Baca Juga:
Bareskrim Polri Pastikan Penyebab Padam Listrik Sumatra Bukan Sabotase
“Saat listrik padam secara luas, detak nadi ekonomi melambat dalam hitungan menit. Transaksi digital terganggu, logistik mandek, dan sistem keamanan menjadi rapuh. Jadi, ini bukan sekadar masalah teknis padam lampu, ini adalah isu krusial yang menyangkut national security,” jelasnya.
Membangun Standardization Culture Kelas Dunia
Sebagai figur yang aktif mendukung program Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan kerap diutus dalam forum internasional—seperti Committee on Consumer Policy (COPOLCO) di bawah International Organization for Standardization (ISO)—Tohom menekankan bahwa Indonesia harus segera mengadopsi standardization culture (budaya standar) sebagai fondasi pembangunan infrastruktur strategis.
Baca Juga:
Sistem Kelistrikan Sumatra Berangsur Normal, ALPERKLINAS: PLN Bergerak Cepat dan Terukur
Keterlibatannya dalam merumuskan kebijakan konsumen global memberinya perspektif kuat bahwa negara-negara maju memenangi kompetisi global karena disiplin pada standar.
“Standar adalah instrumen tertinggi dalam melindungi masyarakat. Di sektor kelistrikan, kepatuhan total pada standar global akan melahirkan sistem yang tidak hanya aman dan andal, tetapi juga memiliki daya tahan tinggi atau resilient terhadap guncangan. Investasi pada standardisasi adalah investasi untuk keselamatan publik dan masa depan bangsa,” kata Tohom.
Ia berharap pemadaman di Sumatera menjadi titik balik untuk mengakhiri toleransi terhadap kelonggaran standar teknis di lapangan.