Warning ini pun telah disampaikan langsung S&P kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di sela rangkaian acara Spring Meetings IMF-World Bank, Washington DC, tepatnya pada Selasa (14/4/2026).
"Mereka mendiskusikan lebih dalam bahwa rating, pembayaran bunga, dibanding incomenya di atas 15%," ucap Purbaya melalui keterangan tertulis.
Baca Juga:
4 Negara Ini Hapus Utang Indonesia Rp 5 Triliun
Merespons warning itu, Purbaya memastikan bahwa pemerintah Indonesia terus mengelola keuangan negara dengan baik, sambil menyesuaikan aktivitas ekonomi masyarakat. Makanya, ketika pertumbuhan ekonomi RI makin cepat, ia memastikan penerimaan negara juga akan tumbuh cepat sehingga bisa menekan rasio bunga utang terhadap pendapatan.
"Saya bilang itu akan kita monitoring terus dan pastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal akan tetap kita jaga dan tidak memburuk dari sisi pembayaran," kata Purbaya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.