Rosan menilai yield yang kompetitif menjadi sinyal kuat bahwa investor masih memiliki kepercayaan terhadap instrumen Danantara dan prospek ekonomi Indonesia.
“Karena kalau mereka tidak percaya, pastinya mereka minta yield premium yang sangat tinggi, ini tidak mereka minta,” ungkap Rosan.
Baca Juga:
Tiga Proyek Sampah Jadi Listrik Masuk PSN, Bekasi hingga Denpasar Jadi Tahap Awal
Ia menyebut imbal hasil obligasi Danantara berada pada level yang sangat kompetitif dibandingkan ekspektasi pasar.
“Bahkan kita lihat yield-nya sangat-sangat kompetitif sekali,” ungkap Rosan.
Rosan juga membuka peluang bagi Danantara untuk kembali menerbitkan obligasi global pada masa mendatang.
Baca Juga:
Purbaya: Investasi Bernilai Tambah Tinggi Jadi Kunci Capai Target Ekonomi 2027
Menurutnya, penerbitan berikutnya bahkan dapat dilakukan dengan tenor yang lebih panjang hingga 30 tahun apabila melihat besarnya minat investor.
“Rencananya kita kalau menerbitkan obligasi, kita akan lihat bisa sampai yang 30 tahun, karena appetite-nya itu sangat besar juga,” jelas Rosan.
Ia mengatakan investor asing melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif stabil meskipun dinamika global terus berubah.