Konsolidasi juga menyasar bisnis perhotelan BUMN yang memiliki sedikitnya 137 hotel untuk kemudian digabungkan dalam struktur pengelolaan yang lebih efisien.
"Kurang lebih kita, setelah kita gabungkan ini kita punya ada 137 hotel, itu juga kita gabungkan," terangnya.
Baca Juga:
Janin MATI di Ruang Tunggu. RS Annisa Kota Jambi Diduga Abaikan IBu Hamil
Rosan mengatakan proses streamlining atau perampingan struktur perusahaan BUMN masih terus dilakukan sebagai bagian dari agenda transformasi perusahaan negara.
Danantara menargetkan proses tersebut dapat memangkas jumlah perusahaan BUMN hingga hanya tersisa sekitar 300 perusahaan pada akhir 2026.
Rosan mengakui proses perampingan dalam skala besar tersebut bukan pekerjaan mudah karena mencakup berbagai perusahaan dengan karakteristik dan struktur bisnis berbeda.
Baca Juga:
KSPSI: Danantara Harus Jadi Mesin Infrastruktur dan Penciptaan Lapangan Kerja
Namun, ia meyakini target konsolidasi tersebut dapat diselesaikan sekaligus memberikan manfaat terhadap pengelolaan perusahaan negara.
Dengan jumlah perusahaan yang lebih ramping, konsolidasi BUMN diharapkan dapat menciptakan efisiensi, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan pemanfaatan berbagai aset yang selama ini berada dalam ekosistem perusahaan negara.
"Target memang pada akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 300 perusahaan BUMN pada akhirnya," pungkas Rosan.