WahanaNews.co, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengajak mahasiswa untuk berani melangkah dari bangku kuliah menuju dunia usaha yang berdaya saing global. Ajakan tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertema Empowering Growth: Young Entrepreneurs for a Better Future di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4).
Dalam kesempatan itu, Wamendag Roro menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mengubah potensi bonus demografi menjadi kekuatan ekonomi nasional. Menurutnya, tingginya jumlah penduduk usia produktif harus diiringi dengan kesiapan menciptakan lapangan kerja, salah satunya melalui kewirausahaan.
Baca Juga:
Makin Perkuat Struktur Perdagangan, Kemendag Dukung Implementasi KBLI 2025
“Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui bonus demografi. Saat ini, sekitar 70 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Potensi ini harus dikelola secara optimal agar menjadi kekuatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari generasi produktif, mahasiswa memiliki peran strategis untuk mengoptimalkan peluang tersebut melalui kewirausahaan,” ujar Roro.
Ia menambahkan, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di kisaran 3,29 persen. Angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan agar Indonesia dapat mencapai tingkat kewirausahaan ideal sebagai fondasi menuju negara maju.
Lebih lanjut, Kementerian Perdagangan berkomitmen mendukung pengembangan kewirausahaan nasional. Salah satu upaya yang didorong adalah pengembangan waralaba sebagai model bisnis yang memungkinkan pelaku usaha tidak memulai dari nol, karena didukung sistem yang terstandardisasi dan pendampingan berkelanjutan.
Baca Juga:
Dorong Percepatan Implementasi SRG di Sulawesi Selatan, Bappebti Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Selain itu, Kemendag juga memperluas akses pasar dalam negeri melalui berbagai program fasilitasi, termasuk kemitraan dengan pelaku usaha besar dan ritel modern.
“Kemendag telah memfasilitasi penjajakan kesepakatan bisnis antara 804 UMKM dengan sejumlah perusahaan besar seperti MAP Group, IKEA, dan Metro Department Store. Saat ini, sebanyak 107 UMKM berhasil lolos kurasi,” ungkapnya.
Kemitraan juga dilakukan antara UMKM sektor pangan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya melalui KAI Services. Hingga kini, enam UMKM telah terpilih dan bermitra resmi.
Tak hanya fokus pada pasar domestik, Kemendag juga mendorong pelaku usaha untuk menjajaki pasar internasional melalui jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri, seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Fasilitas tersebut mencakup promosi, penjajakan pasar, hingga transaksi ekspor.
Roro menekankan bahwa peluang pasar global terbuka luas, termasuk bagi mahasiswa yang mampu menghadirkan produk berkualitas dan berdaya saing. Karena itu, mahasiswa didorong untuk mulai membangun usaha sejak dini serta memanfaatkan berbagai program pemerintah.
Melalui kegiatan ini, Wamendag berharap semakin banyak mahasiswa terinspirasi menjadi wirausahawan muda yang tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan pasar. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.
[Redaktur: Jupriadi]