“Bagi kami, TJSL bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi bagian dari komitmen PLN untuk tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan. Program rehabilitasi mangrove di Jeneponto menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga alam dan memperkuat ketahanan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Aditya menambahkan, keberlanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang kuat antara perusahaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga:
Pererat Silaturahmi, PLN UIP Sulawesi dan Kejati Sulsel Perkuat Kolaborasi Kawal Infrastruktur Kelistrikan
“PLN UIP Sulawesi akan terus menghadirkan program-program TJSL yang relevan, berdampak, dan menjawab kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah kerja kami,” tambahnya.
Dari Tonrokassi Timur, akar-akar mangrove kini tumbuh menjadi simbol harapan baru. Dari lahan yang dahulu terdegradasi, TJSL PLN UIP Sulawesi menghadirkan benteng hijau yang melindungi alam, menguatkan masyarakat, dan menjadi jejak nyata pembangunan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
[Redaktur: Amanda Zubehor]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.