Menurut Agus, pemerintah telah memberikan arahan jelas untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di berbagai segmen, mulai dari mobil, motor, hingga kendaraan niaga seperti truk dan bus.
"Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ," katanya.
Baca Juga:
Mudik Aman dengan Kendaraan Pribadi, Ini Persiapan Penting Sebelum Perjalanan
Ia menambahkan bahwa arah kebijakan tersebut merupakan mandat langsung dari Presiden agar Indonesia segera beralih penuh ke kendaraan listrik.
"Ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar kita bisa segera full pada EV, baik itu motor maupun mobil termasuk truk, termasuk bus juga," ucapnya.
Dari sisi penjualan, tekanan terhadap Honda terlihat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Baca Juga:
RI-Jepang Perkuat Kolaborasi Menuju Industri Otomotif Rendah Karbon
Pada 2023, penjualan retail Honda masih mencapai 128.010 unit sebelum turun menjadi 103.023 unit pada 2024 dan kembali merosot tajam menjadi 71.233 unit pada 2025.
Penurunan tersebut tercatat mencapai 31.790 unit atau sekitar 30,9 persen, mencerminkan tantangan besar yang dihadapi produsen dalam mempertahankan pangsa pasar di tengah perubahan tren dan kehadiran pemain baru yang lebih agresif dan inovatif.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.