Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat serta mempercepat proses pemulihan kehidupan sehari-hari.
"Kami memahami kondisi sulit yang dialami masyarakat. Kehadiran PLN diharapkan dapat meringankan beban dan membantu warga untuk kembali menjalani aktivitas," tutur Darmawan.
Baca Juga:
PLN Perkuat Ekosistem Digital Indonesia Lewat Dukungan Kelistrikan untuk Pusat Data CGK1
Tak hanya terfokus di Aceh Tamiang, PLN juga menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak bencana lainnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan, telur, makanan siap saji, air mineral, perlengkapan bayi, selimut, hingga obat-obatan yang disalurkan ke berbagai titik pengungsian.
Untuk memastikan ketersediaan makanan bagi warga terdampak, PLN juga mengoperasikan sebanyak 23 titik dapur umum di tiga provinsi.
Baca Juga:
Akses Listrik Makin Merata, PLN Catat Pertumbuhan Pelanggan di Seluruh Segmen pada 2025
Di Aceh, dapur umum dijalankan melalui kolaborasi antara PLN dan TNI Angkatan Darat (AD) Kodam Iskandar Muda di 4 titik, serta bersama YBM PLN di 7 titik.
Sementara itu, di Sumatera Utara terdapat 8 titik dapur umum dan di Sumatera Barat sebanyak 4 titik yang dikelola oleh YBM PLN, guna menyediakan makanan sehat siap konsumsi secara berkelanjutan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri) meninjau posko layanan kesehatan YBM PLN di Karang Baru, Aceh Tamiang untuk mengecek kesiapan dan kesigapan pelayanan serta kebutuhan medis masyarakat terdampak pada Kamis (18/12/2025).