WahanaNews.co, Makasar - Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi bersama PT Kliring Berjangka Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) percepatan implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) di Kawasan Industri Makassar, Jumat (24/4). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kolaborasi para pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan SRG di Sulawesi Selatan.
Rakortek tersebut merupakan bagian dari rangkaian percepatan implementasi SRG, sekaligus mendorong sinergi dan penguatan ekosistem SRG di wilayah Sulawesi Selatan. Sehari sebelumnya, telah digelar sosialisasi dan bimbingan teknis yang melibatkan KOSPERMINDO, Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, perbankan, lembaga keuangan, hingga pelaku usaha rumput laut.
Baca Juga:
Dari Limbah Denim ke Karya Bernilai, VersaLayer Gaungkan Fesyen Berkelanjutan
Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, mengatakan potensi pemanfaatan SRG di Sulawesi Selatan sangat besar, terutama seiring terbukanya peluang ekspor komoditas Indonesia. Menurut dia, keberhasilan ekspor rumput laut melalui gudang SRG Makassar menjadi contoh konkret yang dapat terus dikembangkan.
Saat ini, terdapat 12 gudang SRG milik pemerintah dan 15 gudang milik swasta di wilayah tersebut. Komoditas yang tersimpan antara lain rumput laut, karagenan, ikan, serta beras atau gabah. Tirta menambahkan, terdapat peluang pengembangan ekonomi daerah melalui 27 jenis komoditas yang dapat disimpan sesuai ketentuan dalam Permendag Nomor 3 Tahun 2020.
“Melalui SRG, pengelola gudang memiliki peluang meningkatkan kompetensi dan memperluas akses pasar komoditas,” ujar Tirta.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Rekonstruksi Kasus Tindak Pidana Rudapaksa
Bappebti juga terus melakukan berbagai strategi untuk menjawab tantangan implementasi SRG, mulai dari penguatan kompetensi pengelola gudang, revitalisasi gudang, pengembangan jenis komoditas, hingga peningkatan literasi bagi petani. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga dinilai penting untuk mengoptimalkan program tersebut.
Rakortek ini diikuti 38 peserta, termasuk kepala daerah dari Kabupaten Tanah Toraja, Sinjai, dan Toraja Utara, serta perwakilan dinas perdagangan dari sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Hadir pula jajaran direksi PT KIMA dan perwakilan KOSPERMINDO sebagai pengelola gudang SRG.
Sekretaris Bappebti, Ivan Fithriyanto, menegaskan peran strategis SRG dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia menyebut SRG dapat menjadi instrumen tunda jual sekaligus alternatif pembiayaan berbasis komoditas yang mendukung program prioritas Kemendag, termasuk Desa Bisa Ekspor.