WahanaNews.co, Salatiga - Inovasi teknologi tidak selalu lahir dari laboratorium besar atau kampus ternama. Di tengah kawasan industri Kota Salatiga, Jawa Tengah, sebuah perusahaan teknologi lokal membuktikan bahwa semangat belajar, kerja keras, dan keberanian bermimpi besar mampu melahirkan inovasi yang berdampak bagi industri nasional.
Perusahaan tersebut adalah Dtech Engineering, perusahaan riset dan manufaktur yang berdiri sejak 2009. Kini, Dtech dikenal sebagai salah satu pengembang dan produsen mesin Computer Numerical Control (CNC), teknologi yang menjadi tulang punggung industri manufaktur modern.
Baca Juga:
Produk Herbal Indonesia Tembus Arab Saudi, Raih Kesepakatan Ekspor Perdana Rp2,5 Miliar
Mesin CNC digunakan untuk memproduksi berbagai komponen presisi, mulai dari suku cadang kendaraan, peralatan industri, hingga berbagai produk manufaktur yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Direktur Utama PT Dtech Inovasi Indonesia, Fajar Budi Laksono, mengatakan bahwa peran mesin CNC sangat vital dalam rantai produksi industri global.
“Kalau boleh dibilang, sembilan dari sepuluh produk manufaktur yang kita gunakan sehari-hari pasti melibatkan mesin CNC dalam proses pembuatannya. Karena itu, kami menyebutnya sebagai mother of machine,” ujar Fajar.
Berawal dari keterbatasan
Baca Juga:
Mendag Budi Santoso Ajak UMKM Salatiga Manfaatkan Program Kemendag untuk Tembus Pasar Ekspor
Perjalanan Dtech Engineering tidak dibangun dalam kondisi yang mudah. Pendirinya, Arfian Fuadi bersama sang adik memulai usaha dari jasa desain keteknikan yang melayani klien luar negeri.
Di masa awal merintis usaha, keterbatasan modal menjadi tantangan utama. Arfian bahkan mencari klien menggunakan laptop hasil reparasi dan memanfaatkan akses internet gratis di sekitar kantor pos di Salatiga, tempat ia bekerja sebagai penjaga malam.
Berbekal kemampuan desain teknik, Dtech kemudian dipercaya mengerjakan berbagai proyek internasional. Perusahaan ini pernah terlibat dalam perancangan pesawat ultraringan untuk kebutuhan pertanian di Amerika Serikat serta mengembangkan desain pesawat listrik untuk misi ekspedisi di Kutub Utara.