Tak hanya menawarkan harga yang lebih kompetitif, mesin tersebut juga dikembangkan menggunakan teknologi dan sistem kendali buatan sendiri. Antarmuka pengoperasiannya dirancang menggunakan bahasa Indonesia sehingga lebih mudah dipahami oleh pengguna lokal.
Menurut Fajar, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem manufaktur nasional yang lebih inklusif.
Baca Juga:
Produk Herbal Indonesia Tembus Arab Saudi, Raih Kesepakatan Ekspor Perdana Rp2,5 Miliar
“Kami sengaja membuat teknologi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Mesin harus bisa masuk pintu bengkel UMKM, bisa menggunakan listrik rumah tangga, mudah dirawat, dan menggunakan bahasa Indonesia,” jelasnya.
Melalui inovasi tersebut, Dtech Engineering berharap dapat memperluas akses terhadap teknologi manufaktur modern sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inovator, teknisi, dan pelaku industri lokal yang mampu bersaing di tingkat global.
Dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Dtech Engineering menunjukkan bahwa kemandirian teknologi bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan melalui keberanian untuk berinovasi dan keyakinan bahwa kemampuan anak bangsa mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju.
Baca Juga:
Mendag Budi Santoso Ajak UMKM Salatiga Manfaatkan Program Kemendag untuk Tembus Pasar Ekspor
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.