"Secara sektoral juga kita lihat sektor-sektor seperti transportasi, lalu juga sektor perdagangan retail, lalu juga sektor pertanian, ataupun juga sektor jasa ini masih tumbuhnya kuat kuartal kedua. Jadi kita proyeksikan kuartal kedua itu tumbuh di level 5,31%," kata Myrdal.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI memperkirakan pertumbuhan PDB pada triwulan pertama 2026 diproyeksikan sebesar 5.48%. Proyeksi ini masih berada di rentang estimasi 5.46%-5.50%. Adapun, secara keseluruhan tahun, LPEM memperkirakan ekonomi RI akan tumbuh sebesar 5,15%.
Baca Juga:
Strategi Sederhana Membantu Anak Tidur Nyenyak Demi Perkembangan Optimal
Dalam laporan terbarunya yang disusun oleh Peneliti LPEM UI Jahen F. Rezki, Teuku Riefky dan lainnya, lembaga ini mengungkapkan di tengah berlanjutnya tekanan eksternal dan internal, perekonomian Indonesia diperkirakan akan menikmati faktor musiman di kuartal-I 2026 menyusul adanya periode Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri. Lebih lanjut, pencairan tunjangan hari raya (THR) juga meningkatkan pendapatan bersih masyarakat.
"Kombinasi dari berbagai faktor ini dengan efek basis rendah (low-base effect) dari pertumbuhan PDB di triwulan-I 2025, pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama 2026 diperkirakan akan tumbuh cukup tinggi. Sehingga, ekonomi Indonesia diestimasi akan tumbuh sebesar 5,48% (y.o.y) di triwulan-I 2025 ," papar LPEM.
Namun, secara keseluruhan tahun, LPEM UI mengingatkan risiko konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan risiko memburuknya kapasitas fiskal dapat menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Oleh sebab itu, LPEM UI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5,1%-5,2% pada tahun ini.
Baca Juga:
Menkeu Sri Mulyani Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I/2024 Capai 5,17%
"kami berpandangan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,15% (yoy) untuk FY2026 (kisaran estimasi dari 5,1% hingga 5,2%) akibat konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan risiko memburuknya kapasitas fiskal," tulis LPEM.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. Andry Asmoro memperkirakan PDB Indonesia akan meningkat sebesar 5,47% (yoy) pada kuartal pertama tahun 2026, naik dari 5,39% (yoy) pada kuartal keempat tahun 2025, didukung oleh permintaan domestik yang lebih kuat, terutama dari pengeluaran pemerintah, investasi, dan konsumsi musiman terkait Ramadan.
"Pertumbuhan yang lebih tinggi ini juga didorong oleh efek basis rendah, setelah pertumbuhan yang lebih lambat sebesar 4,87% yoy pada kuartal pertama tahun 2025, ketika pemerintah menerapkan realokasi pengeluaran," tegasnya.