“Industri halal tidak cukup hanya fokus pada sertifikasi formal, tetapi juga harus membangun positioning dan identitas brand yang autentik serta kompetitif di pasar global,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Director of Inspark Indonesia, Wahyu T. Setyobudi, turut memaparkan konsep Authentic Halal Brand Framework yang menjadi inti pembahasan dalam buku tersebut.
Baca Juga:
Relawan Flotilla Ungkap Aksi Brutal Pasukan Israel
Framework itu menegaskan bahwa halal bukan sekadar atribut tempelan dalam produk, tetapi merupakan nilai yang menghidupkan arah bisnis dan pengalaman konsumen secara menyeluruh.
Konsep tersebut dibangun melalui tiga dimensi utama yakni Brand Signifiers, Brand Principals, dan Brand Roles yang kemudian diuji melalui empat tahapan maturitas halal mulai dari Halal Compliance hingga level tertinggi Authentic Halal Brand.
Peluncuran buku juga diramaikan sesi talkshow yang menghadirkan sejumlah brand besar untuk berbagi pengalaman membangun identitas halal yang berkelanjutan dan terpercaya.
Baca Juga:
Duel Carok: Gendong Cucu Saat Suami Tewas Dicacah, Kesaksian Saniyeh Bikin Merinding
“Halal sudah menjadi DNA perusahaan sejak awal berdiri,” tegas perwakilan Wardah, Novia Sukmawaty.
Menurut Novia, konsep halal bukan hanya menyangkut produk semata, tetapi juga mencakup keberlanjutan bisnis serta dampak sosial yang dihadirkan perusahaan kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Chairman Sofyan Corp, Riyanto Sofyan, menilai integritas menjadi fondasi paling penting dalam membangun bisnis halal, terutama di sektor jasa yang sangat mengandalkan kepercayaan publik.