Manajemen PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) melaporkan progres fisik pembangunan PLTA Batang Toru hingga Juli 2026 telah mencapai 89,49 persen.
Capaian tersebut sekaligus membawa perkembangan pembangunan proyek kembali ke posisi sebelum bencana banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah Sumatra Utara pada November 2025.
Baca Juga:
Insiden Longsor PLTA Cisokan, ALPERKLINAS: Langkah PLN Sudah Tepat dan Terukur
Bencana tersebut sebelumnya menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas proyek, termasuk jaringan transmisi, infrastruktur bendungan, powerhouse, hingga akses menuju lokasi pembangunan.
Kerusakan akibat bencana membuat proses konstruksi PLTA Batang Toru sempat mengalami penundaan sebelum kemudian dilakukan pemulihan secara bertahap.
Dalam delapan bulan terakhir, NSHE melakukan berbagai pekerjaan pemulihan hingga progres pembangunan dapat kembali bergerak sesuai target yang ditetapkan.
Baca Juga:
Antisipasi Krisis Listrik Saat Kemarau, ALPERKLINAS Dorong PLN Pantau Seluruh PLTA
Bendungan PLTA Batang Toru kini telah siap memasuki tahapan initial impounding atau pengisian awal, sedangkan proses commissioning powerhouse berjalan sesuai rencana.
Pengujian switchyard juga telah selesai 100 persen, sementara pekerjaan pemulihan jalur transmisi hingga kini masih terus berlangsung.
Presiden Direktur PT North Sumatera Hydro Energy Li Xinlu mengatakan perusahaan terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan agar PLTA Batang Toru dapat segera beroperasi.