Dukungan tersebut antara lain diberikan dalam penyelesaian right of way (ROW) jalur transmisi serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam proses perizinan.
PLTA Batang Toru dirancang memiliki kapasitas terpasang sebesar 510 MW dengan proyeksi produksi listrik mencapai 2.124,03 gigawatt hour (GWh) setiap tahun.
Baca Juga:
Insiden Longsor PLTA Cisokan, ALPERKLINAS: Langkah PLN Sudah Tepat dan Terukur
Kapasitas tersebut diharapkan memberikan tambahan pasokan yang signifikan bagi sistem kelistrikan Sumatra sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.
Keberadaan PLTA Batang Toru juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar target bauran energi baru terbarukan nasional dan memperkuat ketahanan energi.
Yuliot menyatakan percepatan penyelesaian proyek tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga ketersediaan dan keandalan pasokan energi nasional.
Baca Juga:
Antisipasi Krisis Listrik Saat Kemarau, ALPERKLINAS Dorong PLN Pantau Seluruh PLTA
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harus melakukan antisipasi, pengecekan langsung ke lapangan, dan percepatan demi menjamin ketersediaan serta keandalan energi secara nasional,” tutup Yuliot.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.