WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah bersikukuh menahan harga BBM bersubsidi di tengah gejolak global, dengan taruhan besar pada stabilitas ekonomi dan sosial nasional.
Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meskipun harga minyak dunia mengalami tekanan akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Baca Juga:
Tekanan APBN Menggila, DPR Minta Pemerintah Ambil Langkah Berani Soal BBM
Kebijakan ini kembali ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai langkah menjaga stabilitas sosial sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam wawancara pada Kamis (2/4/2026), Purbaya menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat untuk menyerap dampak kenaikan harga minyak global.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah fiskal, termasuk pemangkasan belanja kementerian hingga 10 persen serta penerapan pajak ekspor baru untuk komoditas batu bara.
Baca Juga:
Ferdinand Bongkar “Jebakan” JK, Kenaikan BBM Bisa Jadi Senjata Jatuhkan Prabowo
“Jika kita menghapus subsidi, inflasi akan meningkat, biaya modal akan meningkat,” kata Purbaya.
Ia menegaskan bahwa kenaikan harga BBM berpotensi memicu tekanan besar terhadap stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
Pemerintah pun memilih untuk menghindari risiko tersebut dengan tetap mempertahankan subsidi energi.