"Nggak berani naikkan harga jual, jadi sekarang untungnya makin tipis, yang penting masih bisa jualan," katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Rudi Hartono, pemilik kios plastik di sekitar lokasi yang menyebut kenaikan harga sudah terasa sejak awal Ramadan.
Baca Juga:
Bos Buruh Ingatkan Gelombang PHK, Siaga 3 Bulan
"Naiknya nggak tanggung-tanggung, bisa sampai dua sampai tiga kali lipat untuk beberapa jenis," ujar Rudi.
Ia menambahkan bahwa selain harga yang melonjak, ketersediaan barang juga semakin terbatas di pasaran.
"Pembeli tetap ada, tapi stok sering kosong, jadi kami juga bingung melayani," tambahnya.
Baca Juga:
Inovasi Air Masa Depan, dari Udara hingga Tanpa Plastik dengan Kemasan Kertas
Kondisi ini tak lepas dari ketergantungan Indonesia terhadap impor plastik dan bahan bakunya dari luar negeri.
Data terbaru menunjukkan nilai impor plastik Indonesia pada Februari 2026 mencapai sekitar US$873,2 juta atau setara Rp14,84 triliun.
Impor tersebut didominasi dari sejumlah negara seperti China, Thailand, dan Korea Selatan yang menjadi pemasok utama bahan plastik.