WahanaNews.co, Jakarta - Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, mengambil langkah proaktif untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dengan mengoptimalkan pengolahan sampah organik di lingkungan kantor kelurahan.
Program yang dijalankan pada 2026 tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Dalam pelaksanaannya, tiga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengolah sampah organik berupa daun kering menjadi pupuk kompos.
Baca Juga:
Pemkab Lebak Kelola Sampah Jadi 50 Ton RDF per Hari Melalui LSDP
Lurah Cawang, Gia Junian Putranto, mengatakan sampah organik yang diolah berasal dari hasil penyapuan dan pengumpulan daun oleh petugas PPSU di wilayah Kelurahan Cawang, termasuk sampah yang dihasilkan masyarakat setempat.
“Kami mengolah sampah organik seperti daun kering yang dikumpulkan PPSU di wilayah menjadi pupuk kompos. Sampah itu juga berasal dari warga Kelurahan Cawang itu sendiri,” ujar Gia.
Selain mengelola sampah organik, Kelurahan Cawang juga menerapkan sistem pemilahan sampah anorganik secara ketat. Limbah kemasan yang dihasilkan dari berbagai kegiatan perkantoran turut dipilah dan dikelola agar dapat dimanfaatkan kembali.
Baca Juga:
Prabowo Tiba di Jawa Tengah, Tinjau Pengelolaan Sampah hingga Proyek Hilirisasi
Tidak hanya itu, pihak kelurahan juga mengembangkan pembuatan eco-enzyme dari sisa buah-buahan dan sayuran. Hasil pengolahan sampah tersebut nantinya digunakan untuk mendukung kebutuhan lingkungan dan operasional di Kantor Kelurahan Cawang.
“Di samping itu, kami juga sudah membuat eco-enzyme dari sisa buah-buahan dan sayur-sayuran. Semua hasil yang sudah diolah akan dipergunakan khusus di lingkungan Kantor Kelurahan Cawang,” katanya.
Menurut Gia, program pengelolaan sampah ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi masyarakat agar mulai melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah tangga masing-masing.