WahanaNews.co, Boston - Indonesia memanfaatkan hari pertama pembukaan Seafood Expo North America (SENA) 2026 pada Minggu (15/3/2026) untuk memperkuat jejaring bisnis dengan berbagai pemangku kepentingan industri boga bahari global.
Pameran SENA 2026 berlangsung pada 15–17 Maret 2026 di Boston Convention and Exhibition Center, Boston, Amerika Serikat (AS). Melalui Paviliun Indonesia, berbagai produk perikanan nasional dipromosikan secara intensif ke pasar internasional, khususnya AS.
Baca Juga:
KBRI Ottawa Fasilitasi Ekspor Produk UKM ke Kanada Senilai Rp 1,4 Miliar
Pembukaan Paviliun Indonesia dihadiri Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo serta Staf Khusus Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koordinator Bidang Pangan Bara Krishna Hasibuan. Sejumlah pelaku industri perikanan nasional juga turut ambil bagian sebagai peserta pameran.
Atase Perdagangan RI di Washington D.C., Ranitya Kusumadewi, mengatakan bahwa para peserta Indonesia memanfaatkan hari pertama untuk menjalin komunikasi bisnis dengan mitra potensial di pasar AS.
“Para peserta pameran dari Indonesia memanfaatkan optimal hari pertama untuk menjajaki kerja sama bisnis dengan sejumlah importir dan distributor boga bahari di AS. Kami melihat adanya minat yang kuat terhadap produk perikanan Indonesia,” ujar Ranitya dalam keterangannya.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Harga Bapok di Pasar Mayestik Jelang Lebaran
Selain pertemuan bisnis, Indonesia juga menjadwalkan sejumlah agenda strategis dengan berbagai pemangku kepentingan industri boga bahari global, termasuk regulator dan asosiasi di AS seperti National Fisheries Institute (NFI), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).
Pada ajang ini, Paviliun Indonesia mengusung tema “Indonesia Seafood: Naturally Diverse, Safe, and Sustainable”, yang mencerminkan komitmen Indonesia dalam menghadirkan produk boga bahari yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Partisipasi Indonesia melibatkan berbagai asosiasi dan perusahaan nasional, antara lain Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI), PT Intimas Surya, PT Sari Tuna Makmur, PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk, serta PT Benteng Laut Sejahtera.
Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari tuna segar dan beku, tuna loin, udang olahan, hingga produk perikanan bernilai tambah lainnya yang telah menembus pasar ekspor.
Ranitya menambahkan, sejumlah perusahaan Indonesia telah memulai penjajakan kerja sama dengan importir dan distributor AS, khususnya untuk komoditas udang, tuna, dan produk olahan.
Sementara itu, Duta Besar RI Indroyono menegaskan pentingnya kemitraan perdagangan yang berlandaskan keberlanjutan dan kepercayaan pasar.
“Partisipasi Indonesia dalam pameran ini menjadi sarana untuk menunjukkan komitmen terhadap praktik perikanan yang berkelanjutan, aman, dan dapat ditelusuri,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas akses pasar produk perikanan Indonesia di tingkat global.
Ia optimistis keikutsertaan Indonesia dalam SENA 2026 tidak hanya meningkatkan transaksi dagang, tetapi juga memperkuat citra produk seafood nasional sebagai produk yang berkualitas dan kompetitif.
Saat membuka Paviliun Indonesia, Bara Krishna Hasibuan menegaskan bahwa partisipasi dalam pameran ini merupakan momentum penting untuk memperkuat promosi produk perikanan nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar internasional.
“Kehadiran Indonesia dalam SENA 2026 sangat penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok boga bahari global. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu pemasok utama udang dan tuna ke pasar Amerika Serikat dan menempati peringkat ketiga eksportir ke negara tersebut,” kata Bara.
[Redaktur: Jupriadi]