Pelemahan IKI Desember 2025 dipengaruhi penurunan variabel pesanan yang masih berada pada fase ekspansi di level 52,76 meski turun 3,17 poin, serta persediaan sebesar 54,99 atau turun 1,20 poin. Sementara itu, variabel produksi tetap berada pada fase kontraksi di level 48,41 selama tujuh bulan berturut-turut. Industri berorientasi ekspor dan domestik masih berada di zona ekspansi meski melemah, dengan IKI ekspor 52,36 dan IKI domestik 51,33, seiring perlambatan ekonomi global, meningkatnya risiko proteksionisme, dan faktor musiman akhir tahun.
Di tengah tekanan tersebut, kondisi makroekonomi nasional masih menopang industri, ditandai inflasi yang terkendali, BI-Rate 4,75 persen, meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen, serta pertumbuhan impor barang modal sebagai indikasi keberlanjutan investasi.
Baca Juga:
Kemenperin: SBIN Perkuat Produk Industri Nasional Berbasis Standar Mutu
Optimisme pelaku industri enam bulan ke depan meningkat menjadi 71,8 persen, sementara pesimisme menurun menjadi 4,7 persen, mencerminkan keyakinan bahwa tekanan akhir tahun bersifat sementara. Kemenperin menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan ekspansi industri manufaktur melalui penguatan pasar domestik dan perlindungan industri nasional, serta optimistis sektor industri pengolahan tetap menjadi motor perekonomian dan siap memasuki 2026 dengan prospek yang lebih baik.
“Kementerian Perindustrian terus berkomitmen menjaga keberlanjutan ekspansi industri manufaktur melalui penguatan pasar domestik, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, perlindungan industri dari praktik perdagangan tidak sehat, serta memastikan ketersediaan energi dan bahan baku yang kompetitif,” tegas Febri. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus mencermati dampak kebijakan global dan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menjaga daya saing industri nasional.
Demikian dilansir dari laman kemenpargoid, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga:
Kemenperin Tegaskan Potensi Industri Penunjang Migas Dalam Negeri sebagai Penopang Industri Nasional
[Redaktur: JP Sianturi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.