“Nge-spill sekarang bisa dapat cuan,” ujar Firman.
Ia menegaskan pendekatan tersebut bukan hanya menawarkan alternatif biaya pemasaran yang lebih efisien bagi perusahaan.
Baca Juga:
39 Guru dan Tendik Cabdisdik Wil IV Dairi Terima Satya Lencana Karya Satya
“Untuk brand, ini bukan hanya soal efisiensi biaya,” kata Firman.
Firman menyebut tantangan terbesar brand saat ini bukan sekadar mendapatkan perhatian publik, melainkan membangun kepercayaan yang terasa organik.
“Ini soal membangun kepercayaan yang tidak bisa dibeli dengan endorsement berbayar,” kata Firman.
Baca Juga:
Boyamin Saiman Bikin Pengakuan Mengejutkan, Sebut Febrie Pernah Beri Uang Rp1,1 Miliar
Menurut Firman, model pemasaran berbasis konsumen selama ini belum banyak didukung sistem yang dapat mengelola, memverifikasi, dan mengukur aktivitas konsumen dalam skala besar.
Padahal, konsumen memiliki peran penting dalam membentuk reputasi dan persepsi publik terhadap sebuah produk.
Perubahan tersebut juga memperlihatkan bergesernya cara pandang industri terhadap posisi konsumen.