Saham Alphabet turun sekitar 8 persen sehingga kapitalisasi pasarnya menyusut sekitar 330 miliar dollar AS atau setara Rp 5.914 triliun.
Pasar menyoroti lonjakan capital expenditure (capex) Alphabet yang hampir dua kali lipat menjadi 45 miliar dollar AS atau sekitar Rp 806,5 triliun.
Baca Juga:
Perusahaan Ini Pakai AI, Produksi Bermasalah Akhirnya Rekrut Lagi Pegawai yang di-PHK
Besarnya pengeluaran tersebut bahkan melampaui arus kas operasional yang dihasilkan perusahaan sehingga free cash flow Alphabet berubah menjadi negatif untuk pertama kalinya sejak perusahaan melantai di bursa saham.
Kekhawatiran investor semakin meningkat setelah manajemen Alphabet kembali menaikkan target investasi AI tanpa memberikan batas pengeluaran untuk tahun 2027.
Tekanan yang hampir serupa juga dialami Tesla meski produsen kendaraan listrik tersebut berhasil mencatat pendapatan di atas ekspektasi analis.
Baca Juga:
PLN Amankan Pasokan Listrik Data Center BDx, ALPERKLINAS: Indonesia Butuh Infrastruktur Digital yang Berdaulat
Laba bersih Tesla justru berada jauh di bawah proyeksi pasar sehingga memicu kekhawatiran baru terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.
Margin operasi Tesla juga merosot menjadi 1,4 persen dari 4,1 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Akibat kondisi tersebut, saham Tesla anjlok sekitar 18 persen hanya dalam sepekan.