Nvidia pun tetap berada di jalur positif ketika banyak saham teknologi terkoreksi.
Saham produsen chip AI tersebut naik sekitar 2 persen sehingga menambah kapitalisasi pasar sekitar 100 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.792 triliun.
Baca Juga:
Perusahaan Ini Pakai AI, Produksi Bermasalah Akhirnya Rekrut Lagi Pegawai yang di-PHK
Data Yahoo Finance juga menunjukkan sekitar 880 miliar dollar AS atau sekitar Rp 15.771 triliun nilai pasar kelompok Magnificent Seven menguap sepanjang pekan ini.
Pada saat yang sama, saham-saham di luar kelompok Magnificent Seven dalam indeks S&P 500 justru memperoleh tambahan nilai pasar sekitar 165 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.957 triliun.
Pergerakan tersebut menunjukkan pelemahan bukan dipicu aksi jual secara menyeluruh, melainkan rotasi dana investor dari perusahaan yang menghabiskan dana besar untuk AI menuju perusahaan yang memperoleh manfaat langsung dari investasi tersebut.
Baca Juga:
PLN Amankan Pasokan Listrik Data Center BDx, ALPERKLINAS: Indonesia Butuh Infrastruktur Digital yang Berdaulat
Meski demikian, penguatan saham pemasok AI juga belum sepenuhnya stabil.
Saham sektor memori dan penyimpanan data memang mulai pulih setelah mengalami tekanan selama sekitar satu bulan terakhir.
Namun, indeks semikonduktor PHLX Semiconductor (SOX) masih berada hampir 20 persen di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Juni.